Pemutusan Akses Aplikasi Telegram oleh KOMINFO menuai banyak kritikan

Dalam  SIARAN PERS NO. 84/HM/KOMINFO/07/2017 Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tanggal 14 Juli 2017 telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram. Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

DNS yang diblokir sebagai berikut: t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org. Akibatnya dari pemblokiran ini makalayanan Telegram versi web tidak dapat diakses (tidak bisa diakses melalui komputer) , Untuk lebih lengkapnya disini : KOMINFO

aplikasi yang diblokir pemerintah

Dalam website resmi KOMINFO Sudah Banjir kritikan diantaranya Dari akun:

  1. Naufaldi Isinya : Saya tidak setuju sama sekali dengan apa yang telah di lakukan pemerintah. Telegram hanyalah sebuah media , alatnya. Mereka memakainya karena memang , telegram memiliki segudang manfaat. Ibarat sebuah pisau yang bisa digunakan untuk memotong sayuran, memotong buah (dari pada pkek tangan buat motong buah dan sayuran?) , mereka orang jahat menggunakannya untuk membunuh orang. Lalu, kenapa tidak menangkap orang jahat tersebut? dari pada harus melarang penggunaan pisau? dalam hal ini tentu saja telegram.
    Apakah ketidak mampuan pemerintah menangkap para penjahat yang menggunakan pisau( dalam hal ini pengguna telegram yang menggunakannya utk kejahatan) sehingga pemerintah melarang menggunakan pisau(dalam hal ini telegram) ?
    Sungguh langkah yang mematikan dunia IT. Jika kami boleh jujur, banyak grup2 nasiona;-internasional yang sangat bermanfaat di telegram. Bahkan, telegram merupakan sbuah proyek open source. Tentu jika telegram sbuah alat yang buruk, seharusnya hanya sdkit orang yang berkontribusi utk perkembangan telegram, nyatanya ribuan programmer berkontribusi utk telegram.
  2. Firman Taruna Nugraha isinya: padahal API telegram berpotensi banget buat bikin bot yang bisa ngebantu berbagai pekerjaan yang terintegrasi dalam suatu sistem dengan tingkat keamanan yang tinggi.. platform lain belum ada yang menyediakan API semudah telegram.. toh kalau telegram di blok apakah oknum2 penyebar konten negatif pasti tidak migrasi ke platform lain? sangat kecewa dengan keputusan kominfo, sangat merugikan perkembangan dunia IT.. konten negatif yang dimaksudkan tidak hanya di telegram saja lho, harusnya kominfo menghimbai bagaimana caranya mengarahkan agar masyarakat tidak mengakses konten-konten tersebut, bukan dikit-dikit blokir seperti ini.

Masih banyak komentar komentar lain yang meminta KOMINFO membatalkan pemblokiran TELEGRAM Bahkan sampai ada PETISI yang ditulis oleh sdr Dodi IR yang isinya  “meminta Batalkan pemblokiran aplikasi chat Telegram”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX5B3EE8CA50191